Sabtu, 27 April 2013

Akhir Cerita Sang Penghina Nabi


Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahhu wa Ta'ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya. Setelah itu, Rasulullah berdoa; 'Ya Allah, Dzat yg memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu! (HR. Muslim)


Maha Benar Rosulullah dengan segala sabdanya. Patutlah kiranya kita sebagai muslim mempercayai semua yang terucap oleh Sang Teladan meski kadang terlihat sangat mustahil oleh akal kita.

Sesungguhnya akal kita sangatlah terbatas jangkauanya. Sangat pendek pemikirannya. Semua sangat terbatas dan kesempurnaan tetaplah hanya milik Allah.
Manusia tak pernah tau takdir apa yang ditetapkan Allah untuknya, besok, bulan depan atau tahun depan. Bahkan sedetik kemudianpun kita tak pernah tau apa yang akan menimpa kita.

Begitu pula dengan hidayah. Hidayah adalah urusan hati, dan Allah yang menggenggam semua tingkah laku hati kita.
“Sesungguhnya hati ini laksana bulu ditengah padang pasir tandus yg dibolak-balikkan oleh angin” (diriwayatkannya oleh Imam Ahmad dalam Al Musnad dan Ibnu Majah. Dishohihkan oleh syaikh Albani, dari Abu Musa Al Asy’ari).

Telah banyak contoh yang terukir oleh sejarah Islam, betapa dulu di jaman Rosulullah terdapat orang-orang yang begitu benci terhadap islam atau kepada pribadi Nabi Muhammad SAW. Kita tentu ingat cerita kesilaman Sahabat yang Mulia Umar Bin Al-Khathab RA. Beliau begitu membenci Nabi bahkan tak segan berlaku kasar kepada adik perempuannya-pun hanya karena ia telah masuk Islam. Tapi Allah Maha Bijak. Dengan seagala kebesaranNya, ia menunjuki kepada siapa yang ia berkehendak. Akhirnya, Umar bin Al-Khathab pun masuk Islam.

Di zaman modern ini, kisah klasik seperti itu sering kali terulang. Dan sekarang itu terjadi pada pribadi seorang Arnoud Van Doorn. Tahukah anda siapa Arnoud Van Doorn itu? Ia adalah Mantan politisi Partai untuk Kebebasan PVV Belanda yang ikut membuat film hina Islam, "Fitna", Arnoud Van Doorn mengungkap rencananya untuk memproduksi film internasional tentang Nabi Muhammad dan Islam. Untuk "membayar" kerugian yang ia akibatkan sebelumnya.

Seperti yang diposting dalam http://news.liputan6.com/read/569538/hapus-kesalahan-eks-penghina-islam-bikin-film-nabi-muhammad ia berkata: "Aku akan memperbaiki kesalahan yang pernah aku lakukan pada Islam dan Rasulullah dalam film 'Fitna'," kata Arnoud yang menjadi mualaf bulan lalu dalam wawancara eksklusif dengan Saudi Gazette, seperti dilansir Al Arabiya (23/4/2013).

Sabtu lalu Arnoud mengunjungi makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi di Madinah, dan meminta maaf karena menjadi bagian dari film yang mendeskriditkan Islam.

Ia menyesali perbuatannya itu, yang dilakukan bersama petinggi partai yang dipimpin Geert Wilders. "Ini saatnya untuk menutup buku. Aku benar-benar tak ingin mengingatnya," kata dia. "Film yang memicu reaksi luas merupakan langkah yang teramat salah dari pihak kami. Karena mengandung banyak informasi yang menyesatkan dan tidak benar tentang Islam dan Nabi Muhammad."

Arnoud mengatakan, ia telah memutuskan, menggandeng perusahaan CDA yang berbasis di Kanada untuk membuat sebuah film internasional, untuk membantah prasangka yang beredar di Barat terhadap Islam dan Rasul-nya. "Saya akan menggunakan pengalaman saya memproduksi film alternatif."

Dianggap Pengkhianat

Arnoud mengaku menyesal terlibat dalam film yang mendiskreditkan Islam, sebelum berusaha mengetahui apa sesungguhnya agama itu.

Hujatan demi hujatan yang dialamatkan pada "Fitna" membuatnya tergerak mempelajari Islam, yang akhirnya menuntunnya menjadi mualaf.

Namun, keputusannya bukannya tanpa risiko. Mantan koleganya di Partai untuk Kebebasan PVV sontak marah. "Partai itu tetap dalam pendiriannya, menentang Islam dan penyebarannya ke Eropa. Beberapa dari anggotanya bahkan menganggapku pengkhianat," kata dia.

Kepada pihak-pihak yang menentangnya, Arnoud Van Doorn berpesan, "izinkan aku mengatakan, ini adalah keputusan pribadi saya. Dan saya tak akan menyerahkan kehidupan baru saya dalam Islam," kata dia. Karena bagi Arnoud, adalah hak setiap orang memilih agama dan kepercayaan.

Dia menambahkan, di situs jejaring sosial, ada banyak komentar antagonis dan kebencian atas putusannya itu. "Itu muncul dari ketidaktahuan, prasangka, dan permusuhan terhadap Islam dan muslim." Di sisi lain, ia berterima kasih semua orang yang mendukungnya.

Arnoud mengungkap, di depan makam Nabi Muhammad, ia juga berjanji untuk menyebarkan pesan sejati Rasulullah: damai. Dan berjuang untuk mendorong perdamaian dan hubungan yang harmonis antara orang-orang di seluruh dunia -- tak pandang agama dan latar belakang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar