Senin, 11 November 2013

Cermatlah, Tak Semua Pemberitaan Media Televisi Tentang Islam Itu Benar Adanya!


Kuzazo, Masjid Babussalam – Media, dalam hal ini televisi sungguh memiliki peran penting dalam mengubah pola pikir penikmatnya. Berbagai survei dan penelitian telah membuktikan bahwa televisi mampu mengubah pola pikir dan tingkah laku para penontonnya.

Pun demikian halnya dengan dunia islam konteporer. Keberadaan televisi tak jarang menampilkan berita-berita yang menyudutkan islam dan kaum muslimin. Fakta lain yang tak jarang kita lihat adalah ketidakberimbangan media dalam menampilkan sebuah “kasus”. Ini tentu saja lebih berbahaya dari pada upaya media televisi yang terang-terangan mendiskreditkan islam.

Masih ingatkah kisah tentang kasus DKI Yasmin? Media televisi sering kali menampilkan potret antiklimaks dari kasus tersebut. Apa pasalnya? Jelas saja, issu tentang minoritas, kaum terpinggirkankan, anti islam, intoleransi mempunyai “nilai jual” yang tinggi bila dibandingkan dengan berita tentang fakta yang sebenarnya. Tentu saja banyak hal yang harus dikorbankan untuk hal “kotor” tersebut. 

Ustadz Achmad Iman, Ketua Forkami (Forum Komunikasi Muslim Indonesia), seperti yang dikutip dari antiliberalnews.com, saat mengisi pelatihan kaderisasi dai muda di Bogor, Sabtu (09/11) kemarin. Beliau mengatakan “TV One TV Laknatullah.” Ustadz Achmad bukan tanpa alasan mengatakan demikian, pengalamannya menangani kasus GKI Yasmin yang membuatnya berani mengatakan demikian.
“Saya diwawancarai hampir 2 jam sama TV One, TV Laknatullah, biar aja saya bilang gitu saya punya buktinya. Diwawancarai 2 jam tapi yang dimasukin hanya beberapa detik,” ujar Ustadz Achmad Iman menceritakan.

Akibat pemberitaan yang tidak berimbang akhirnya opini yang berkembang menyudutkan umat Islam, bahkan hingga dunia Internasional menilai umat Islam Indonesia sebagai kaum intoleran. Karena itulah Ustadz Iman tidak mempercayai lagi media sekuler.
“Kita kalah opini di media, saya tahu betul apa yang kita lakukan dalam kasus GKI Yasmin dengan yang diberitakan itu beda. Dan semua berita yang menyangkut Islam kebanyakan bohong, silahkan cek sendiri,” kata Ustadz Iman.

Seperti diketahui, kasus yang bermula pada tahun 2002 ini muncul ketika ditemukannya pemalsuan surat dan tanda tangan masyarakat setempat untuk persyaratan keluarnya IMB. Dan pelakunya, Munir Karta sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Bogor pada Januari 2011 lalu. Dan tidak hanya itu, syarat lain seperti jumlah jemaat, pihak GKI Yasmin tidak bisa memenuhi ketentuan aturan mendirikan rumah ibadah, jemaat GKI yang tinggal di Yasmin tak lebih dari 5 orang, masih jauh dari syarat harus ada 90 jemaat.

Masih dari situs yang sama dikatakan, bahkan syarat lainnya yaitu rekomendari FKUB dan Depagpun tidak dimiliki oleh GKI Yasmin. Itulah kenapa pada 11 Maret 2011 Walikota Bogor akhirnya mencabut IMB GKI Yasmin. Pasca pencabutan IMB tersebut pemerintah kota Bogor tetap memberikan solusi tempat ibadah dengan memberikan 3 pilihan alokasi tempat dan menyediakan dana pembangunan untuk peribadatan, namun sayangnya solusi tersebut di tolak oleh pihak GKI Yasmin. Mereka lebih memilih untuk ibadah di trotoar jalan dengan mengundang simpati khususnya pihak media agar terlihat seolah-olah dilarang beribadah.

Ustadz Iman mengatakan saat ini kasus GKI Yasmin sudah selesai. Setelah melewati perjuangan yang panjang, umat Islam akhirnya berhasil mengawal kasus ini selama 10 tahun lebih dengan sabar tanpa tindakan anarkis, demikian dilansir SuaraIslam (11/11/2013)

“Alhamdulillah IMB GKI Yasmin telah dicabut, kasasinyapun ditolak MA, jadi masalah GKI Yasmin sudah selesai,” jelas ketua Forkami

Sudah sepantasnya kita jeli dengan pemberitaan media televisi. Apa yang dipaparkan di atas merupakan sekelumit contoh dari sisi lain dari sebuah kasus yang diberitakan oleh media. Bukan hendak menuduh, TV One kadang menampilkan berita tentang keislaman, tapi bisnis tetaplah bisnis, itulah sumber kehidupan mereka. Tengoklah secara jeli, jika ada kasus tentang kaum muslim dengan umat atau kelompok minoritas, disitulah kita akan lihat betapa “uang” menjadi dominan di acara itu. Di luar sana, masih banyak media yang secara terselubung menyebarkan berita-berita yang menyudutkan Islam dan kaum muslimin. Cermatlah! Wallahu A’lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar