Senin, 16 Juni 2014

1 Ramadhan 1435 H, tanggal 28 atau 29 Juni 2014?


Ende, Masjid Babussalam – Tak terasa kita sudah berada di dua per tiga akhir bulan Sya’ban. Hari-hari terasa bergitu cepat berlalu dan tak disangka, Ramadhan kian dekat di pelupuk mata. Seperti biasa, selalu ada kebahagiaan di hati setiap muslim, entah itu anak-anak sampaipun orang dewasa, tentunya kebahagian itu berlatar belakang alasan yang berbeda bagi setiap individu.

Ramadhan kian dekat. Sepantasnya kita bersyukur dengan kedatangannya. Sejatinya kita bergembira dengan kehadirannya. Dan selayaknya pula kita berbenah diri untuk menyambutnya.

Namun, lagi-lagi kita selalu terbentur dengan satu masalah klasik yang kerap muncul tiap tahun di negeri ini. Selalu muncul pertanyaan. Selalu ada perbedaan. Dan selalu saja itu terjadi di tiap tahun. Kapan awal Ramadhan? Kapan 1 Syawal?

Nampaknya memang beginilah kenyataan yang harus diakrabi oleh kaum muslimin negeri ini. Ramadhan benar-benar menjadi tonggak kesabaran. Kedatangannya bukan saja membawa rahmat, berkah dan maghfirah semata. Lebih dari itu, Ramadhan secara khusus membawa pesan kesabaran bagi kaum muslimin di negeri ini. Yak, muslimin di negeri ini harus belajar bersabar menyikapi perbedaan awal dan akhir Bulan Ramadhan.

Tahun ini dipastikan akan terjadi perbedaan penetapan awal Bulan Suci Ramadhan. Sudah menjadi maklum, dua ormas terbesar di negeri ini, NU dan Muhammadiyah menjadi barometer penentuan jatuhnya awal dan akhir Ramadhan. Mengutip di situs resmi Muhammadiyah; www.muhammadiyah.or.id, awal Ramadhan 1435 H jatuh pada tanggal 28 Juni 2014.

Hal ini berdasarkan data awal bulan Hijriyah pada Kalender Muhammadiyah 2014, yang merupakan hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, ijtimak atau konjungsi awal bulan Ramadan akan jatuh pada hari Jum’at 27 Juni 2014, pukul 15:10:21WIB. Adapun tinggi bulan di Yogyakarta adalah 0° 31' 17" , dengan kata lain pada saat terbenam matahari posisi hilal berada di atas ufuk.

Dengan demikian, tanggal 1 Ramadan jatuh pada hari Sabtu, 28 Juni 2014, dimana umat Islam akan memulai puasa Ramadan pada hari itu, sementara ibadah tarawih sudah dapat dimulai pada Jum’at malam, 27 Juni 2014 setelah salat Isyak.

Di pihak lain, oleh karena pada 27 Juni itu bulan masih sangat rendah, hampir mustahil bisa dilihat melalui metode rukyat. Sehingga pemerintah dan ormas yang menggunakan metode rukyat yakni Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Ramadhan 1435 H/2014 M pada 29 Juni.

Wakil Sekjen PBNU Abdul Mun'im DZ menuturkan NU akan mengikuti ketentuan pemerintah. Dia menjelaskan PBNU sejatinya juga memiliki kalender yang didasarkan hisab, seperti milik Muhammadiyah.
"Tetapi dari kalender itu perlu diperkuat dengan penglihatan langsung (rukyat, red)," katanya. Seandainya nanti ada perbedaan, dia berharap tidak menjadi pemecah persatuan umat Islam di Indonesia.

Masyarakat Indonesia bakal disajikan fenomena perbedaan penetapan hari penting dalam kalender Islam atau Hijriyah. Sejumlah pakar sudah berkesimpulan bahwa 1 Ramadan 1435 H/2014 M bakal berbeda. Tetapi penetapan 1 Syawal 1435 H/2014 M kompak.

Sebagai catatan, Kementerian Agama (Kemenag) tidak lagi menyiarkan secara langsung jalannya sidang isbat (penetapan) pada awal Ramadhan 1435 H/2014 M, termasuk pula sidang isbat awal Syawal seperti tahun-tahun sebelumnya. Demikian yang termuat di NU Online.
Masih dari sumber yang sama, siaran langsung hanya untuk hasil sidangnya saja. Jadi, proses jalannya sidang tak dapat dilakukan secara langsung lagi seperti tahun lalu, sebut siaran pers Kemenag di Jakarta, Senin.

Sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menginformasikan bahwa kementerian tersebut siap menggelar sidang isbat. Hanya kemungkinan proses jalannya sidang tahun ini tidak akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi.

"Saya kira tidak perlu disiarkan langsung proses jalannya sidang. Cukup hasilnya saja yang disiarkan langsung," katanya. 





Sumber bacaan :

  1. http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,52700-lang,id-c,nasional-t,Kemenag+Tak+Lagi+Siarkan+Langsung+Sidang+Isbat-.phpx
  2. http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-3614-detail-hilal-sudah-wujud-27-juni-maka-puasa-ramadhan-dimulai-28-juni-2014.html
  3. http://m.jpnn.com/news.php?id=226571
  4. Gambar : http://mutiary.files.wordpress.com/2010/10/rukyat200809-300x2431.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar