Selasa, 26 Agustus 2014

Bahkan Yahudi pun Menentang Tindakan Zionis Israel




Masjid Babussalam - London – Lebih dari 300 korban Holocaust yang selamat dan anak cucunya berdemo di London, Sabtu (23/8/2014), menanggapi iklan pro-Israel yang baru diterbitkan oleh koran-koran top AS.


Mereka menulis surat terbuka mengutuk serangan Israel ke Jalur Gaza dan mendesak Israel menyudahi “genosida yang sedang berlangsung” terhadap rakyat Palestina.

Dalam surat terbuka yang dirilis pada Minggu (24/8/2014), 327 penandatangan surat itu mendesak Isarel segera “mengakhiri segala bentuk rasisme, termasuk genosida yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina dan mengenakan boikot sepenuhnya terhadap perekonomian, kebudayaan dan pendidikan Israel.”
“Genosida berawal karena dunia membiarkannya,” tulis surat terbuka itu, seperti dilansir oleh Ahram Online, Senin malam.

Surat terbuka itu dirilis oleh Jaringan Anti-Zionist Yahudi Internasional (IJAN), sebuah organisasi yang menjelaskan dirinya sebagai “ berjuang tanpa kompromi demi emansipasi manusia, termasuk pembebasan rakyat Palestina dan tanah tumpah darah mereka yang tak terelakkan.”

IJAN juga menentang pendudukan Israel di wilayah Palestina, yang menurut kelompok pro-rakyat Palestina tersebut, lebih berdasar pada eksploitasi dan bertentangan dengan sejarah penganiyaan bangsa Yahudi.

Surat tersebut menanggapi sebuah iklan yang ditulis bersama oleh aktivis Yahudi AS dan penerima hadiah Nobel perdamaian Elie Wiesel (salah satu korban Holocaust namun selamat) dan rabbi paling top di AS Shmuley Boteach, yang keduanya mengutuk “kultus kematian Hamas” dengan memakai kanak-kanak Palestina sebagai tameng manusia.

Iklan tersebut meminta “dukungan publik Amerika untuk tegak bersama rakyat Israel yang berjuang mempertahankan hidup,” sembari menambahkan bahwa tentara Israel terpaksa memilih antara mengorbankan perisai manusi (di Palestina) atau orang Yahudi Isarel yang bakal merugi.

Meskipun iklan tersebut ditolak oleh koran The London Times karena opini kelompok Yahud ini “terlalu dibuat-buat,” namun koran top AS termasuk The New York Times, The Washington Post dan The Wall Street Journal memasang iklan si Wiesel dan Boteach.

Gerakan Hamas memuji pernyataan korban Holocaust itu. Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum menyebutkan bukti “kejahatan genosida” Israel, serta “kesalahan narasi Israel dan terlalu bersandar pada PM Netanyahu,” seperti dilansir kantor berita Mesir MENA, Senin.

“Pernyataan tersebut mencerminkan sebuah sumbangan penting untuk memobilisasikan opini publik internasional demi kemaslahatan rakyat Palestina,” tutur Barhoum.

Sejak awal serangan Israel di Jalur Gaza selama tujuh pekan, 2.122 warga Palestina tewas (sekitar 500 kanak-kanak, lebih dari 10.000 orang terluka). Sementara di pihak Israel, hanya 68 orang yang tewas.






Sumber : inilah.com




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar