Kamis, 11 Juli 2013

Babussalam Kuzazo Masjid Muhammadiyah?

Beberapa tahun belakangan ini keputusan penentuan awal Ramadhan sering kali terjadi perbedaan di tengah umat Islam. Antara satu organisasi muslim dengan yang lain punya kelender tersendiri dalam menentukan pergantian hari-hari dalam bulan qomariyah. Hal inilah yang menyebabkan terjadi perbedaan dalam mengawali dan mengakhiri bulan Ramadhan.
Masjid Babussalam Kuzazo pun tak luput dari permasalahan ini. Seiring waktu berlalu, Masjid Babussalam mencoba beridiri dan menentukan pilahan dalam hal perbedaan ini. Berdasarkan kenyataan yang telah lalu dan juga atas permintaan segenap warga dan jamaahnya, Masjid Babussalam memilih “cenderung” pada keputusan salah satu ormas Islam yaitu Muhammadiyah dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan.
Tentu saja banyak hal yang mesti didiskusikan terkait hal ini, mulai dari hal perbedaan istidlal, metode yang digunakan sampai pada konteks umaro yang harus ditaati oleh segenap rakyatnya.

Namun, seperti yang dikatakan sebelumnya, sikap “cenderung” ini bukanlah sikap baku DKM dan jamaah Masjid Babussalam. Ini adalah situasional! Jika memang ternyata suatu saat ada keputusan yang dirasa lebih bijak dan mengandung banyak kemashlahatan, maka sikap ini pantas untuk ditinggalkan.

Di lain pihak, Pengurus Masjid Babussalam ingin mengulangi apa yang telah menjadi pengatahuan dan kesadaran bersama dan juga sering disampaikan oleh Sesepuh dan tokohnya K.H. Muhammad Atom dalam khutbah dan ceramahnya, bahwa Babussalam bukanlah Masjid Muhammadiyah, baik secara struktural maupun kelembagaan. Babussalam adalah masjid milik semua umat Islam yang berkomitmen pada pembaharuan dan pengentasan bid’ah. Berangkat dari komitmen ini, jamaah Masjid Babussalam bisa berasal dari mana saja dan ormas apa saja tak terkecuali Muhammadiyah, NU, Persis, Al Irsyad, Hidayatullah, dan lain-lain atau bisa juga berasal dari anggota Parpol lainnya.

Wallahu a’lam bishowab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar