Senin, 29 Juli 2013

Hari-hari Terakhir Ramadhan, Saatnya Beri'tikaf Memburu Malam Lailatul Qadr


Tak terasa Ramadhan makin berlalu. Hari-hari yang terlewati bersamanya mengantarkan kita ke penghujung bulan. Kini, tinggal menghitung hari, Ramadhan segera kan berakhir. Hari-hari yang terasa indah dan berbeda ini akan berakhir, menyisakan kembali rutinitas seperti sedia kala.

 Namun, Allah selalu punya cara menghibur hati hamba-Nya. Sifat Rahman dan Bijaksananya sungguh meliputi segala sesuatu tak terkecuali untuk hamba-Nya yang bertakwa. Ramadhan adalah bulan istimewa dan tentu saja sesuatu yang istimewa takan sama dengan yang biasanya. Dalam setahun, hanya terselip 1 bulan yang Allah khususkan ia untuk hamba-Nya mengais pahala dan ampunan. Dia tak berlaku sepanjang hari atau hidup. Sehingga kepergian Ramadhan tak ayal menjadi sebuah kesedihan di hati para hamba. Itulah diantara hikmah Allah jadikan malam lailatul qadr. Sebuah malam yang keistiwaannya ibarat beribadah selama seribu bulan. Sungguh ini kado terindah yang Allah siapkan khusus untuk pengikut Nabi Muhammad SAW yang bertakwa. Bukankah Ramadhan hanya 1 bulan dalam setahun? Bukankah umur umat Nabi Muhammad SAW berkisar antara 60 – 80 tahun? Sungguh ini merupakan sebuah nikmat yang tiada tara!

I’tikaf adalah sebuah upaya “mengejar” malam lailatul qadr. Kedatangannya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, tepatnya di malam-malam ganjil. Inilah malam-malam tamasya bagi orang bertakwa. Hari-hari yang terlewati diisi dengan ibadah. Seperti yang digambar dalam sebuah sabdanya, tanda-tanda malam-malam lailatul qadr udara terasa hangat dan terang. Suasana malam terasa tenang dan syahdu. Keesokan harinya pun demikian. Cahaya mentari begitu terang tapi tak membuat membuat panas.

inilah malam-malam terakhir Ramadhan. Inilah saatnya kita beritikaf, saatnya memburu malam lailatul qadr.



Sumber gambar: http://uniqpost.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar