Sabtu, 02 Juli 2016

Masjid-masjid di India Lebih Ramai di Penghujung Ramadhan

Lain ladang lain belalang, lain Indonesia, lain pula India. Semakin mendekati akhir Ramadhan, biasanya kebanyakan masjid di Nusantara semakin sepi.

Tapi di India, kondisinya berbeda. Demikian penuturan Muhammad Abdul Rouf, 22 tahun, salah seorang warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di India.


Paparnya, seperti yang dikutip dari halaman hidayatullah.com; “Memasuki tanggal 21 Ramadhan, hampir seluruh masjid ramai jamaah untuk menyambut malam lailatul qadr,” ujar Rouf yang kuliah di Osmania University, Kota Hyderabad, India.

Suasana itu menjadi salah satu kesan menarik yang ia rasakan dalam ber-Ramadhan di negeri Taj Mahal ini. Persamaannya dengan Indonesia, hampir setiap masjid di India juga menyelenggarakan berbuka puasa bersama.

“Ada haleem, makanan khas yang hanya bisa ditemui saat Ramadhan,” ujar Rouf dalam wawancara jarak jauh dengan Abidurrahman Sibghatullah, kontributor mancanegara hidayatullah.com.

“Kita sering mengadakan buka bersama dengan mahasiswa asing,” tambahnya.
Rouf bercerita, tantangan terberat selama berpuasa di India baginya adalah padatnya jam perkuliahan.

“Jadwal kuliah yang tetap padat sampai jam 5 (sore), sementara di Indonesia ada pengurangan waktu (saat Ramadhan),” ujar WNI asal Kudus, Jawa Tengah ini.

Di samping itu, tantangan lain baginya, di sana banyak orang yang tidak berpuasa.

“Untuk mengatasi tantangan tersebut, kita enjoy saja menjalankan segala aktivitas,” ungkapnya seraya mengatakan, niat dalam berpuasa sangat menentukan.

Banyak Penganut Syiah

Berhubung Islam adalah agama minoritas di India, bulan Ramadhan tidak terasa gaungnya, tutur Rouf. Berbeda dengan perayaan atau festival lain –terutama oleh penganut Hindu, agama mayoritas di sini– yang super meriah.

“Berdasarkan data statistik, jumlah penduduk Kota Hyderabad adalah sekitar 8 juta jiwa, dengan 40 persennya adalah Muslim atau sekitar 3 juta jiwa. Sementara seluruh India, populasi Muslim adalah sekitar 13 persen dari total 1,3 miliar atau sekitar 180 juta jiwa,” terangnya.

Durasi berpuasa di segenap wilayah India sekitar 16 jam per hari. Sahur jam 4, buka puasa jam 19.30, tambahnya.

Ditanya soal sikap pemerintah khususnya di Hyderabad terhadap umat Islam, Rouf merasakan cukup baik.

Sementara masjid di India diakuinya memang tak sebanyak di Indonesia. Tapi menurutnya, lumayan mudah untuk mencari masjid di sana.

“Karena hampir setiap wilayah sedikitnya ada 1 masjid. Tapi memang harus selektif (dalam memilih masjid), karena penganut Syiah juga banyak di sini,” ungkapnya.


Masjid Jama di Kota Hyderabad

Jumlah masjid cukup banyak di Hyderabad dibanding kota-kota lain di India, kata mahasiswa jurusan Bioteknologi, Genetika, dan Kimia ini.



Info lebih jelas, kunjungi hiayatullah.com



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar