Rabu, 23 Juli 2014

Insya Allah, 1 Syawal 1435H Serempak Tanggal 28 Juli 2014

Masjid Babussalam – Tak disangka, Ramadhan telah memasuki detik-detik akhir. 1 Syawal telah menanti di hadapan. Meski demikian, pemerintah, NU dan beberapa ormas Islam lain belum menentukan kapan jatuhnya 1 Syawal 1435H, hari Senin ataukah Selasa? Keputusan resmi akan dirilis hari Ahad, 27 Juli 2014.


Tak seperti yang lainnya, lagi-lagi Muhmmadiyah telah menentukan sikap terkait penetapan 1 Syawal 1435H. Seperti yang tertulis di situs resmi organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia tersebut, muhammadiyah.or.id Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan awal syawal 1435 H yang akan jatuh pada hari Senin 28 Juli 2014. Berbeda dengan awal Ramadhan yang Pemerintah memutuskan berbeda dengan Muhammadiyah, maka 1 Syawal 1435 H Pemerintah diyakini akan menetapkan sama dengan keputusan Muhammadiyah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Oman Fathurohman didampingi Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam konferensi pers mengenai pernyataan resmi penentuan awal 1 Syawal 1435H, di gedung PP Muhammadiyah, Jl. Cik Di Tiro No.23, Yogyakarta, Jum’at (18/7).

Masih dikutip dari halaman yang sama, dalam keterangannya Oman menjelaskan, tinggi Hilal atau piringan bulan yang terpantul sinar Matahari pada saat tenggelamnya Matahari tanggal 27 Juli 2014 adalah sebesar 3,6 derajat dan masih di atas ufuk. Dengan demikian menurut perhitungan hisab Imkanurukyat Pemerintah yang mensyaratkan tinggi hilal 2 derajat, maka menurut Oman Fathurohman kriteria pemerintah sudah terpenuhi  dan diyakini pemerintah akan menetapkan 1 syawal 1435H pada 28 Juli 2014. “3,6 derajat itu tinggi hilal apabila dilihat dari Yogyakarta, apabila dilihat dari Banda Aceh, maka tinggi bulan sebesar 2,1 derajat artinya masih juga memenuhi kriteria yang ditetepkan pemerintah,” jelasnya.

Oman Fathurohman mengunkapkan, Muhammadiyah yang menggunakan hisab hakiki wujudul hilal, tidak mensyaratkan ketinggian hilal. Untuk Muhammadiyah jelas Oman, setelah terjadi Ijtima’ atau konjungsi dan bulan telah mengejar matahari, serta saat matahari tenggelam bulan masih ada di atas ufuk, maka kriteria telah terpenuhi dan esoknya telah masuk bulan baru.

Sementara itu ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas menghimbau pawa warga Muhammadiyah dan juga masyarakat umum untuk menjadikan momentum 1 Syawal 1435 H, sebagai jalan untuk kembali merajut persaudaraan yang mungkin sedikit terganggu akibat tensi pilpres yang cukup tinggi. “Saya berharap Idul Fitri ini menjadi momentum untuk kembali menjalin ukhuwah, dan melupakan segala pertentangan yang mungkin terjadi karena Pilpres,” tegasnya.



Sumber : http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-3803-detail-tinggi-hilal-diatas-2-derajat-1-syawal-1435-h-akan-bersamaan-.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar