Rabu, 23 Juli 2014

Menag: 1 Syawal Berbeda, Inilah Sumber Perbedaan itu



Masjid Babussalam - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menerangkan, pihaknya terus mencari solusi untuk menyamakan persepsi dengan ormas Islam seperti Muhammadiyah yang kerap berbeda dalam menetapkan awal Ramadan.

"Kami terus mencari cara agar ke depan kita bisa bersama-sama menetapkan hari raya, khususnya yang terkait awal puasa, Idul Fitri dan Idul Adha," kata Lukman, di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (27/6/2014).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berharap seluruh ormas Islam di Indonesia dapat merayakan hari raya Idul Fitri 1435 H secara bersama-sama. Meskipun saat ini ada perbedaan dengan ormas Islam yang lainnya seperti Muhammadiyah.

"Hal tersebut jangan menjadi perbedaan. Perbedaan penetapan hari raya itu adalah hak seluruh umat yang dilindungi Undang-undang dan tak bisa diatur pemerintah,"terangnya.

Lukman juga mengakui pemerintah telah menemukan penyebab  penetapan awal 1 Ramadan 1435 H yang berbeda dengan ormas Islam yang lain. Menurutnya itu disebabkan oleh perbedaan kriteria yang dipegang ormas Islam tersebut.

"Kalau kriteria itu bisa dibahas dengan semangat mencari titik temu, Insyaallah ke depan kita bisa kompak," pungkasnya.

Dalam menentukan awal puasa, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki. Sementara, Nahdlatul Ulama (NU) selain menggunakan metode hisab juga menggunakan metode rukyat. Muhammadiyah memutuskan 1 Ramadan 1435 H jatuh pada 28 Juni, sedangkan pemerintah jatuh pada 29 Juni 2014.




Sumber:

okezone.com/read/2014/06/27/337/1005191/menag-harap-muhammadiyah-kompak-tentukan-1-syawal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar